tabung-gas-3kgSetelah bekerja keras untuk mengembalikan jati diri bangsa, kemarin saya mendapat informasi dari orang rumah saya bahwa di tempat tinggal saya sedang dilakukan pembagian tabung gas LPG 3 kilo berikut kompor gas nya. Menurut keterangan dari kepling setempat, itu merupakan program bantuan dari pemerintah yang dinamakan konversi minah ke gas buat masyarakat kurang mampu.

Tapi ada sedikit yang sangat ganjil dari program tersebut kalau saya lihat sekilas. Keganjilan yang saya lihat adalah kenapa sebelum terjadi pembagian atau pendistribusian tabung dan kompor gas tersebut, pihak lurah setempat lewat kepala lingkungannya tidak melakukan pendataan lagi mengenai siapa-siapa saya yang paling berhak mendapatkan bantuan konversi minah ke gas itu. Karena dengan tidak dilakukannya pendataan itu, orang kaya yang sudah serba kecukupan maupun rumah tangga yang sudah memiliki tabung dan kompor gas sendiri otomatis mendapat jatah juga kalau data penduduk yang dipakai memang hanya diambil dari data jumlah penduduk saja.

Ada beberapa peristiwa ganjil yang saya lihat dengan program konversi ini :

  1. Jika anda orang kaya ataupun yang sudah memiliki tabung dan kompor gas sendiri, maka anda pasti akan merasa malu untuk mengambil jatah tersebut karena banyak dilihat oleh tetangga anda. Jika ada orang kaya atau yang sudah punya tidak mengambil jatahnya justru ini akan menimbulkan celah-celah baru untuk  tindakan korupsi ataupun KKN. Realitanya : berhubung tabung dan kompor gas berlebih karena ada warga yang tidak mengambil jatahnya bisa saja pihak pendistribusi akan menjualnya kepada penduduk yang lain yang justru bukan bertempat tinggal di lingkungan situ.
  2. Berhubung tidak ada pengawasan dari badan independen yang bertugas mengawasi jalannya proses pendistribusian tersebut, otomastis ini juga menimbulkan celah-celah baru untuk tindakkan korupsi ataupun KKN. Realitanya : ada juga pihak-pihak pendistribusi melakukan pengutipan sumbangan yang tidak masuk akal dengan dalih suka rela pada saat pendistribusian tersebut.

Sebenarnya mungkin masih banyak lagi kejadian-kejadian ganjil dalam proses pendistribusian ini yang saya tidak tahu. Karena namanya manusia, walaupun kelihatan baik, jika sudah berhadapan dengan uang dan himpitan ekonomi, semuanya bisa terjadi. Disini saya cuma berharap kepada pemerintah maupun pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk hal-hal seperti ini, supaya bekerja lebih lebih keras lagi untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang timbul seperti ini agar bantuan-bantuan tersebut bisa tepat sasaran dan tepat guna bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkannya.

Seperti layaknya slogan barunya PT. Pertamina (Persero) “kerja keras adalah energi kita” untuk itu marilah kita dukung secara penuh semua program-program pemerintah yang ada dengan bekerja lebih keras lagi dan tidak melakukan KKN walau sedikitpun. Apakah sahabat punya pengalaman yang lain tentang hal ini? Silahkan share pengalaman sahabat disini.