Program Konversi Minah ke Gas Yang Salah Sasaran
Setelah bekerja keras untuk mengembalikan jati diri bangsa, kemarin saya mendapat informasi dari orang rumah saya bahwa di tempat tinggal saya sedang dilakukan pembagian tabung gas LPG 3 kilo berikut kompor gas nya. Menurut keterangan dari kepling setempat, itu merupakan program bantuan dari pemerintah yang dinamakan konversi minah ke gas buat masyarakat kurang mampu.
Tapi ada sedikit yang sangat ganjil dari program tersebut kalau saya lihat sekilas. Keganjilan yang saya lihat adalah kenapa sebelum terjadi pembagian atau pendistribusian tabung dan kompor gas tersebut, pihak lurah setempat lewat kepala lingkungannya tidak melakukan pendataan lagi mengenai siapa-siapa saya yang paling berhak mendapatkan bantuan konversi minah ke gas itu. Karena dengan tidak dilakukannya pendataan itu, orang kaya yang sudah serba kecukupan maupun rumah tangga yang sudah memiliki tabung dan kompor gas sendiri otomatis mendapat jatah juga kalau data penduduk yang dipakai memang hanya diambil dari data jumlah penduduk saja.
Ada beberapa peristiwa ganjil yang saya lihat dengan program konversi ini :
- Jika anda orang kaya ataupun yang sudah memiliki tabung dan kompor gas sendiri, maka anda pasti akan merasa malu untuk mengambil jatah tersebut karena banyak dilihat oleh tetangga anda. Jika ada orang kaya atau yang sudah punya tidak mengambil jatahnya justru ini akan menimbulkan celah-celah baru untuk tindakan korupsi ataupun KKN. Realitanya : berhubung tabung dan kompor gas berlebih karena ada warga yang tidak mengambil jatahnya bisa saja pihak pendistribusi akan menjualnya kepada penduduk yang lain yang justru bukan bertempat tinggal di lingkungan situ.
- Berhubung tidak ada pengawasan dari badan independen yang bertugas mengawasi jalannya proses pendistribusian tersebut, otomastis ini juga menimbulkan celah-celah baru untuk tindakkan korupsi ataupun KKN. Realitanya : ada juga pihak-pihak pendistribusi melakukan pengutipan sumbangan yang tidak masuk akal dengan dalih suka rela pada saat pendistribusian tersebut.
Sebenarnya mungkin masih banyak lagi kejadian-kejadian ganjil dalam proses pendistribusian ini yang saya tidak tahu. Karena namanya manusia, walaupun kelihatan baik, jika sudah berhadapan dengan uang dan himpitan ekonomi, semuanya bisa terjadi. Disini saya cuma berharap kepada pemerintah maupun pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk hal-hal seperti ini, supaya bekerja lebih lebih keras lagi untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang timbul seperti ini agar bantuan-bantuan tersebut bisa tepat sasaran dan tepat guna bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkannya.
Seperti layaknya slogan barunya PT. Pertamina (Persero) “kerja keras adalah energi kita” untuk itu marilah kita dukung secara penuh semua program-program pemerintah yang ada dengan bekerja lebih keras lagi dan tidak melakukan KKN walau sedikitpun. Apakah sahabat punya pengalaman yang lain tentang hal ini? Silahkan share pengalaman sahabat disini.



November 6, 2009 - 6:19 am
betol kali bang kodil, serba gak jelas program ini
November 7, 2009 - 5:30 am
saya baru mau posting tentang hal ini, sudah keduluan, tapi tetap saja mau posting nantinya, mudah-mudahan bisa ngelink karena sesama topik;
kalau di lingkungan saya, dapet semua, adil dan merata. jadi tidak ada kesan salah sasaran;
themenya keren, Dil..
November 7, 2009 - 6:11 am
yah mudah-mudahan saja tidak terjadi seperti di tempat saya kang
November 7, 2009 - 6:14 am
Benar bro..kayaknya sengaja dibuat kabur malah…
November 7, 2009 - 8:01 am
perasaan ini malah dilupakan lagi… belum tepat sasaran nih.. masih banyak yang belum dapat..
November 7, 2009 - 10:09 am
Kemaren nonton salah satu berita, yang isi nya mirip2 dengan ini… Emang ini seperti UUD (Ujung Ujung nyaDUIT) -_-a
November 7, 2009 - 12:20 pm
yo kita kerja keras!
yang penting dapat kompor gas!
November 7, 2009 - 3:56 pm
memang serba runyam program Konversi Minah ke Gas ini. Terlebih di setiap daerah beda2. Dan menurut saiya, tergantung sama distributornya.
Di kampung saiya, bahan kompor gas bantuan tersebut sangatlah tipis namun di lain daerah [masih satu kota] bahannya berkualitas. Ini menandakan program ini berbau UUD [Ujung-Ujungnya Duit] dan KKN
November 7, 2009 - 4:57 pm
banyak yang kurang menjaga amanah
salam,
November 8, 2009 - 12:42 am
Lagi lagi rakyat kecil yg menjadi korban, hu u uh…
November 8, 2009 - 3:22 am
Itulah mas, seharusnya ada tim independen yang mengawasi, tp kayaknya ini juga tidak berlaku bagi daerah yg jauh dari kota spt daerah saya, semua dapet bahkan kabarnya kelbihannya mencapai 100 lebih tabung gas. Hem…saya tidak tahu kelanjutannya dikemanakan itu tabung gas sisanya.
Salam kenal deh
November 8, 2009 - 5:10 am
Hmm…tapi kok baru sekarang bro baru dibagiin. bukannya dah lama program dah jalan
November 8, 2009 - 5:11 am
lah harusnya harus di data lebih lanjut emang sih…
kalo untuk hunian kompleks perumahan, biasanya kan dah pake kompor gas
November 8, 2009 - 10:07 am
apa yang ndak bisa diselewengkan di negeri inim mas? distribusi kompor gas saja juga semrawut. yang seharusnya dapat, malah ndak dapat apa2. dikemplang oknum tertentu. doh, payah.
November 10, 2009 - 2:15 am
sama bro…malah pas datang katanya abis.
November 10, 2009 - 2:15 am
sepertinya bro
November 10, 2009 - 2:17 am
setiap hari emang harus kerja keras bro
November 10, 2009 - 2:18 am
hemmm..sepertinya bisa dibilang gitu juga bro
November 10, 2009 - 2:19 am
Kalo urusan duit..mata hati bisa kabur bro
November 10, 2009 - 2:20 am
dari dulu emang seperti itu mas
November 10, 2009 - 2:22 am
wah..kayaknya semua daerah hampir sama kejadiannya ya..hemm
November 10, 2009 - 2:23 am
nah itu dia bro…maklumlah orang pinggiran
November 10, 2009 - 2:24 am
betul itu bro..itulah yg saya maksud, koq yg udah koyo dibagi lagi kan sayang..mendingan disalurkan buat yg lebih membutuhkannya lagi
November 10, 2009 - 2:26 am
yg kaya semakin kaya yg miskin tetap miskin..itulah nasib bangsa ini
November 10, 2009 - 5:31 am
like this post!fighting!!!
November 18, 2009 - 2:41 am
wih mantep mas moga moga menang ya mas lombanya. tapi kalo menang bagi bagi ya mas
December 7, 2009 - 5:22 am
Hi!I think Mengembalikan Jati Diri Bangsa salah satunya dengan mengembalikan dan mendidik para pengemis untuk memiliki jati diri yg kuat dan menjadi warga bangsa yang baik.